Friday, September 21, 2012


Dari terbit matahari sampai pada terbenamnya, biarkah nama Tuhan dipuji....


Friday, February 10, 2012

Bukan Setakat Perjanjian Lama

Renungan Pagi: Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.(2 Timotius 3: 16-17; Roma 15: 4)

Baca juga 1 Korintus 10: 1-11

Saya pernah diberitahu orang hanya orang tertentu saja dapat memahami Alkitab. Saya juga pernah diberitahu membaca Alkitab akan membuat kita hilang akal dan boleh jadi gila. Pada mulanya saya terpengaruh dengan kata-kata seperti itu. Apatah lagi bila saya membuka Bible (Alkitab) dan saya dapati hanya ayat-ayat yang banyak nombor-nombor di sininya. Kesan pertama adalah Alkitab seperti buku panduan telefon dan juga macam kamus Oxford. Umur ketika itu baru sekitar 10 tahun. Tetapi cerita-cerita Alkitab yang mendiang ibu selalu bawaan sangatlah menarik.

Bila di Tingkatan 1 saya diberitahu bahawa Alkitab itu sudah diubah dan tidak betul, terutama sekali bahagian Perjanjian Baru. Ada seorang yang saya kenal baik mengoyakkan Alkitabnya, dibuangnya Perjanjian Baru dan disimpan untuk dibaca hanya Perjanjian Lama. Katanya, itulah yang asli sebab banyak persamaan dengan agama yang dia anuti sekarang.

Pernahkah kita berhadapan dengan orang seperti itu yang bilang sama kita itu Perjanjian Baru tidak betul tetapi Perjanjian Lama saja yang betul?

Kita tidak mahu berdebat. So saya ajak kita ketepikan dulu Perjanjian Baru. Kita tutup (kasi offline) dulu semua data yang kita ada berhubung Perjanjian Baru dan mula membaca Perjanjian Lama (Kejadian sehingga Maleakhi) saja. Apakah yang akan kita dapati di sana? Tinjauan Alkitab akan membawa kita kepada 3 perkara utama yang berakhir dengan pertanyaan yang semakin besar sekiranya kita hanya berhenti di Maleakhi.

Dalam Perjanjian Lama kita akan membaca tentang janji kedatangan satu Peribadi. Janji kedatangannya dapat kita susuri sejurus selepas kejatuhan Adam dan Hawa dalam Keadian 3: 15. Di mana janji ini dikembangkan kepada Abraham, Musa, Daud dan nabi-nabi. Sekiranya kita berhenti di Malekhi, kita akan tertanya-tanya 'Siapakah Peribadi ini?' dan kekal menjadi satu misteri sekiranya kita hanya berhenti di sana. Selain itu kita membaca tentang banyaknya korban binatang dan pasti tak terhitung bilangan galon darah yg tercurah utk melaksanakan korban binatang tersebut. Tapi kalau berhenti setakat Maleakhi, kita akan tertanya-tanya makna sebenar dan yang terutama semua korban binatang tersebut. Perkara lain yang kita dapati bila membaca Perjanjian Lama adalah janji akan suatu tanah air yang aman damai di mana budak dan ular akan bermain bersama-sama, sarigala dan domba akan bergumpul bersama. Bila kita berhenti setakat di maleakhi.. kita terhenti pada hasrat yang tidak terfahami dan terpenuhi..

Tetapi, apabila kita melangkah ke dalam Perjanjian Baru, tertulis indah dalam Matius 1: 1 di mana Firman Tuhan berkata, "Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. .... (Matius 1: 1). Rupa-rupanya Perjanjian baru merupakan penggenapan dan penjelasan kepada apa yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama. Di mana Alkitab adalah tentang Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia kerana kasihNya kepada anda dan saya. Dia membuktikan kasihNya itu dengan mati untuk kita semua sehingga barangsiapa yang percaya tidak bianasa melainkan beroleh kehidupan yang kekal... Semoga renungan singkat ini dapat menggalakkan kita untuk membuka membaca menyelidiki dan mentaati pengajaran dan perintah dalam firmanNya.

Selamat pagi, family and friends! Tuhan memberkati! :)

Friday, January 27, 2012

Tidak faham, telah dipalsukan atau malas?

Renungan Pagi: Dengan apakah seorang muda mmpertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh. (Mazmur 119: 9, 105,130)

Ramai orang ingin sekali membaca Alkitab tetapi mengeluh tidak memahaminya maka mereka berhenti sebelum bermula. Tetapi kenapa mesti begitu? Haruskah seorang bayi memahami proses penghadaman terlebih dahulu sebelum mula minum susu dan makan bubur?

Tidak kurang pula yang terganggu oleh pihak tertentu yang berkata Alkitab sudah dipalsukan. Betulkah? Kalau sudah dipalsukan maka itu bukan lagi Alkitab. Tapi anehnya, Alkitab yang dikatakan telah dipalsukan itu mengajar orang untuk saling mengasihi bukan membenci, mengampuni bukan mendendami, mengajar suami untuk setia sampai mati terhadap isterinya dan bukan senang-senang kasi cerai, mengajar jalan damai bukan perang, menolak rasuah, mengajar anak-anak menghormati ibubapa, mementingkan unit kekeluargaan, memperingati kudusnya pernikahan dan memberi nikmat serta kemerdekaan kepada mereka yang memanfaatkan firman Tuhan...

Tapi musuh utama kepada pembacaan firman adalah sifat malas kita. Kepada kita yang malas saya mau ajak kita melawat gerbang-gerbang yang indah. Ada 66 gerbang semuanya. Maksud saya 66 kitab dalam Alkitab dalam 66 hari. Senaraikan kitab dalam Alkitab lepas tu bacalah beberapa bab pertama (tak perlu habiskan) dalam setiap kitab sehingga selesai dilawati 66 "gerbang" itu. Tidak sampai 10 minit untuk melakukannya. Buatlah catatan ringkas di tepi senarai-semak 66 gerbang anda berhubung apa yang kita nampak, kesan di hati/minda atau apa juga pertanyaan yang timbul. Silakan.

Kita perlu ingat membaca Alkitab seperti masuk sekolah. Seorang budak Darjah 1 mustahil akan dapat menampung pembelajaran dalam peringkat yang jauh lebih tinggi... tetapi bila sudah melalui proses pembelajaran, lambat laun dia dapat faham juga tu nanti...

Apa macam? Masuk akal juga? Bah luangkan masa bersaat teduh di hadirat Tuhan dalam membaca firman dan berdoa.

Selamat pagi, famili and friends! Be richly blessed today! :)

Thursday, May 19, 2011

Malaysia Kita Tercinta

Malaysia kita Tercinta 

Malaysia terkenal
Mesra rakyatnya
Manis senyuman
Masyarakat majmuk bertoleransi
Mana pula asal engkau ini
Macam tak ada cara lain bercakap
Marah tak usul periksa
Melalak macam apa
Menganggap diri pandai
Menganggap diri cukup perkasa
Mau apa sebenarnya engkau
Mungkinkah dibayar pihak tertentu
Mungkinkah cubaan huru harakan Malaysia tercinta
Memalukan
Memalukan diri
Memalukan bangsa
Memalukan agama
Meluat orang tengok
Macam beginikah pemimpin
Mana sudah slogan pemimpin berhemah
Mana sudah pemimpin jadi teladan
Manusia macam apa juga kau ini
Masakan tiada cara lain
Mau perang konon
Mau mati untuk apa
Mau letak mana itu otak
Mana sudah Encik Sabar pergi
Menuduh sembarangan tu bukannya elok sangat
Mengucap mengucap
Menurut kawan-kawan mengucap redakan amarah
Memang amalan sihat
Mari duduk bersama
Mari kita minum kopi
Masih banyak pilihan
Mahu apa kau
Mahu teh ais, teh special teh tarik bilang saja
Mari bertenang
Mari ber musyawarah
Mari berdamai
Mari bersahabat
Mari bersama
Mari bersatu
Membangun
Malaysia kita tercinta

Friday, February 25, 2011

Sajak MAAF

Maaf....

Mudah Diucap

Memeningkan kepala

Mengapakah sukar meyakinkan?

Maaf

Mengatakannya harus lembut

Harus ikhlas

Harus tiada angkuh

Mau bagaimana baru meyakinkan?

Maaf

Kata terhiris

Dari yang menghiris

Kepada yang terhiris

Mengapa masih terhiris?

Maaf

Maaf dirayu

Maaf dipinta

Maaf sehabisnya

Mengapa membisu di sana?

Sunday, January 23, 2011

MEGAH DALAM DERITA

Megah dalam derita

Roma 5: 3-4

Apakah kesenggsaraan yang dimaksudkan Paulus di sini?

Pembacaan dan penyelidikan atas kitab ini memberikan kita dua jenis kesengsaraan.

1. Kesengsaraan dalaman (Roma 7: 13-26).

2. Kesengsaraan luaran (Roma 8: 35).

Saya mau bercakap tentang sengsara dalaman. Tajuk renungan ini adalah ‘MEGAH DALAM DERITA’

Kita perlu akui bahawa sementara ada sukacita berlimpah dalam mengikuti Tuhan, ada juga banyak waktu di mana kita merasa “sengsara dalaman” ini. Sengsara ini datang bila ada “urges” (keinginan-keinginan) untuk melakukan apa yang kita suka tapi menghirau risiko tindakan kita. Alkitab terjemahan Indonesia menyebut hal ini sebagai “keinginan daging” iaitu sesuatu yang bertentang dengan perintah dan kehendak Tuhan.

Dalam setiap orang, dan ini lebih kuat dalam seorang lelaki, keinginan-keinginan ini ada. Sehingga kalau kita tidak tahu bagaimana menanganinya akan membuat tubuh rasa sengsara. Apalagi kalau kita sudah biasa melayanan kehendak daging. Kalau tidak dilayan kehendak daging maka ‘ketagihan; itu yang mengatasi pertimbangan sihat sehingga kita terus terus melakukan apa yang kita rasa tidak betul tetapi tidak berdaya untuk memutuskan tabiat yang mengikat dan memenjarakan kita.

Paulus tidak terkecuali. Dia bercakap dari dalam pengalamannya sebagai orang yang sudah percaya dan telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamatnya. Dia bercakap tentang dirinya yang sudah didiami oleh Roh Kudus. Paulus juga mempunyai keinginan-keinginan hendak melakukan dosa. Dalam tulisan yang yang lain Paulus menyebut keinginan daging ini sebagai manusia lama (Efesus 4). Dalam kata yang mudah bagi kita, keinginan daging dan sifat lama dalam kita ini adalah tabiat dan kecenderungan yang ada dalam setiap orang untuk melakukan kehendak sendiri tanpa memperdulikan apa yang telah digariskan oleh Tuhan dengan begitu jelas.

Tuhan telah menciptakan manusia untuk memuliakan-Nya (1 Kor 10: 31). Apabila kita tidak memuliakan-Nya maka kita disebut sebagai ‘tidak mengena pada sasaran’. Dosa dalam bahasa asli, Yunani’ adalah ‘harmatia’ yang bererti ‘tidak mengena pada sasaran. Sasaran kita adalah memuliakan Allah. Apabila kita tidak memuliakan Allah maka itu sudah termasuk dalam kategori ‘dosa’.

Jadi bagaimana? Bagaimana mau lawan ni keinginan daging? Anda dans aya mahu ikut Tuhan tetapi kita sering gagal dalam hal ini sehingga kita ambil keputusan tidak mahu lagi ikut Tuhan sebab apa yang kita alami hanyalah gagal gagal dan gagal lagi. Kita erasa hidup kita sangat jauh darui memuliakan Tuhan jadi lebih baik janganlah. Pernah rasa seperti itu?

Jadi bagaimana caranya? Kita dapat cara dan langkah melawan keinginan daging ini dengan melihat dan belajar dari teladan Kristus.

Markus 1: 35, Ibrani 5: 7, Ibrani 12: 3-4. Baca juga Yesaya 40: 31 dan Yudas 1: 20

Perhatikan:

Dalam Markus 1: 35, awal lagi Yesus bangun untuk berdoa. Dia bangun untuk mempersiapkan diri-Nya. Dia mahu bersedia hari yang baru ada di hadapan-Nya. Dalam keadaan sebagai manusia bisasa ketika itu, Dia memerlukan kekuatan dari Bapa Syurgawi untuk menghadapi apa pun juga tugas, cabaran dan tentangan. Dia perlu kekuatan untuk bersabar dan bertekun sehingga selesai sampai ke kayu salib. Di sana anda saya tahu Dia berseru “Sudah selesai!” Dia dapat melakukannya dengan langkah setiap hari ditangani-Nya dalam kekuatan Roh Kudus yang diutus Bapa.

Kalau kita mebuat sedikit penyelidiakan latarbelakang kita dapat tahu siapa Emperor Rome masa tu dan juga budaya hidup ketika itu. Kita dapat menggambarkan cabaran-cabaran yang Yesus (dalam keadaannya sebagai manusia) harus tempuhi dengan tabah ketika itu. Tapi cukupkalh saya katakan dalam renungan ini bahawa Yesus hadapi semua yang harus Dia hadapi dengan setiap hari datang menikmati hadirat Bapa Syurgawi dan dari situ menimba kekuatan harian...

Ibrani 5: 7

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.

Ramai mengadu dan mengeluh kepada saya, “Susah bah ikut Tuhan, Pastor... Banyak betul godaan ni...” Di kalangan pembaca ada yang bercakap dalam hati sekarang “Ya ba, betul tu... Macam tau-tau pula si Pastor ni...” Saya tau sebab saya jugamengalaminya bah...

Dalam dunia penuh dengan kecanggihan internet dan multimedia sekarang, kita dihujani dengan pebagai maklumat. Kalau kita tidak waspada, kita akan tenggelam dan tertimbus di dalamnya dan tidak akan dapat keluar dari sana. Anda tahu apa yang saya maksudkan. Saya tidak perlu memberi contoh. Kalau anda membaca ini, anda seorang celik komputer dan anda termasuk orang-orang pintar. Kan?

Kita perlu kekuatan dari Tuhan setiap hari untuk dapat melawan keinginan daging dan melakukan kehendak Tuhan. Kalau Yesus yang tidak berdosa perlu melakukan disiplin ‘doa subuh’ ini, apakah alasan kita untuk tidak meneladani-Nya? Ada sesiapa mempunyai pendekatan yang lebih baik dan ternyata lebih berkesan?

Dalam satu hari macam-macam yang kita nampak dan macam jugalah yang datang dalam fikiran kita. Bukan tidak sering ‘dosa-dosa masa lampau’ cuba mengambil alih cara berfikir cara bertutur sikap hati dan perilaku. Tetapi kita dapat terus melangkah di dalam Dia dengan menyalibkan fikiran-fikiran dan keinginan-keinginan ke salib Kristus pada setiap saat semua itu datang ‘mengetuk’ pintu hati.

Saya teringat beberapa ayat Firman,

Ibrani 12: 2-3,

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

Ibrani 4: 15-16

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Yesaya 40: 31

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Galatia 2: 19-20

...Aku telah disalibkan dengan Kristus;namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Mengapa bermegah dalam derita?

Jawaban:

Roma 5: 3-6

Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati!

Thursday, December 16, 2010

Bahasa Cinta

Selamat pagi. Syukur kepada Dia untuk hidup yang diperpanjangkan dan hari yang baru. Inilah hari yang telah Tuhan jadikan untuk saya dan anda. Mari kita bersukacita di dalamnya.


Pagi ini saya terjaga dari tidur dengan satu nyanyian yang dengan jelas berkumandang dalam benak hati. Sebuah lagu rohani yang saya pelajari sewaktu baru setahun Kristian lahir baru dalam tahun 1985. Lagu berjudul "Bahasa Cinta". Senikata lagu ini terambil dari Firman Tuhan yang terdapat dalam 1 Korintus 13.


Bahasa Cinta

Andaikata kulakukan

Yang luhur mulia

Jika tanpa kasih cinta

Hampa tak berguna


Ajarilah kami bahasa cintaMu

Agar kami dekat padaMu ya Tuhan

Ajarilah kami bahasa cintaMu

Agar kami dekat padaMu


Andaikata kufahami

Bahasa semua

Hanyalah bahasa cinta

Kunci tiap hati


Cinta itu lemah lembut

Sabar sederhana

Cinta itu murah hati

Rela menderita


Firman Tuhan:


1 Korintus 13: 1-13


13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.


Be blessed!